Coba lihat deretan tas produk-produk kw di gambar sebelah ini, menarik bukan ? kadang mikir kenapa harus beli ori kalo dengan produk kw pun kita juga kelihatan wah. Untuk memenuhi hasrat mix and match, kita lebih memilih beli kw dapat 5 barang daripada beli ori cuman dapat satu saja. Lebih baik dibilang “ wow jeng, kok tasnya ganti 2 mulu” daripada “kemarin pake tas itu , sekarang pake itu lagi ??” . Itulah gaya hidup, semakin hari bukan semakin hemat tapi semakin nafsu aja bawaannya.Sepertinya hasrat untuk membeli barang baru , entah itu kebutuhan primer, sekunder, ataupun tersier sudah menjadi bagian utama dari nafsu kita. Perempuan dan lakipun di jaman sekarang tidak ada bedanya dalam hal konsumerisme, kemudian hal itu terbaca oleh pihak produsen. Kalo produsen sudah membaca pasar maka yang ada adalah promosi besar2an dan barangpun dikemas semenarik mungkin yg bikin nafsu belanja kita semakin gede. Barang biasa jadi naik tingkat menjadi kw 1 atau kw 2 yang menyaingin penjualan barang ori. Mortgage pun yang tak lain kredit rumah juga ikutan dikemas (sekuritisasi) untuk mendapatkan untung lebih bagi produsen.

” A Mortgage is actually the formal document proving the legal claim or lien on
a piece of property that you give to lender who holds it as security for the
money you borrowed”
… kalo istilah saya adalah kertas tagih berharga (ktb).

Ktb ini sama produsen (bank or non bank ) diolah, dibungkus dan dicap lalu dikenal dengan MBS (Mortgage Backed Security) dan ada proses yg lebih rumit lagi yg menghasilkan barang dengan nama CMO ( Collateralized Mortgage Obligation) . Bahan baku menentukan kualitas barang, maka bahan baku prime akan menghasilkan barang berlabel AAA, sedangkan bahan baku Alt A (between prime &sub prime) menghasilkan barang berlabel AA,A,BBB dan bahan baku subprime menghasilkan barang berlabel BB,B,Unrated. Tetapi ada juga produsen yg rakus akan profit maka tidak jarang ditemui barang berlabel AAA ternyata berbahan baku subprime dan itu yg saya namakan barang kw, kalo dipasar fashion ada kw 1 dan kw 2 , begitupun dipasar financial.
Kenapa tipe kw bisa bikin krisis ?
Siapa yang tidak tertarik dengan barang kw seperti yang saya sebutkan sebelumnya, secara fisik mirip dengan ori tapi harga jauh lebih murah. Kalo sudah harga murah produsen berharap barang cepat habis terjual. Pertama-pertama sich memang banyak pembelinya tapi ketika para pembeli tahu kalo barang tersebut akhir-akhir ini bermasalah (kredit macet di subprime mortgage) maka pembelipun mulai tidak tertarik untuk membeli. Apa yg terjadi selanjutnya ? produsen kelebihan stok yg sudah kadaluarsa sementara equity perusahaan semakin menipis karena sebelum-sebelumnya semangat sekali dalam memproduksi yg berarti biaya produksi meningkat ( mengurangi equity atau bisa juga menambah hutang). Kalo sudah begitu yg ada produsen bisa gulung tikar.
Note : Subprime mortgage karakter adalah low docs dan no asset, itu berarti resiko tinggi untuk kredit macet

Hubungan dalam pasar saya gambarkan seperti gambar diatas, jika saya ambil satu kotak maka posisi yang lain akan ada yang miring dan ada pula yang akan jatuh. Kalo MBS issuer sekelas Fannie sama Freddie jatuh pastinya yang lain juga terpengaruh posisinya. Berapa besar pengaruhnya tergantung dari letak posisi mereka.
Tujuan penulisan ini adalah menjawab beberapa orang yg bertanya ke saya tentang kenapa beberapa perusahaan bisa pingsan hampir bersamaan ... apa karena kerasukan barang halus ? . Semoga penjelasan yang sangat sederhana ini sedikit membantu karena kalo mau penjelasan yg lebih banyak dan rumit jangan tanya saya tapi lebih baik ke ibu Sri saja……. Hahahahaha

0 comments:
Post a Comment